---------------------------------------------------------------------------------
Kelompok
1, ya kelompok kami. Sebuah kelompok yang kami bentuk untuk melaksanakan tugas
yang diperintah oleh guru Fisika kami, Ibu Mala. Awalnya kelompok ini
kekurangan satu orang dari min. 5 orang yang dicari, hingga akhirnya terkumpul
lah saya, Diljahyellow, Cicin, Ica, dan Panda(Faither maksudnya). Dibilang
kelompok solid (?), jangan, karena untuk mengerjakan sebuah briket saja kami
harus 3 kali mengulang dan mengumpul benar-benar tenggat waktu yaitu 4 hari
sebelum bagi rapor. Untungnya briket beserta laporannya masih diterima dalam
keadaan baik (2 hari sebelum bagi rapor T_T)
Hari itu, Senin 15 Desember 2014.
Tidak ada satupun anggota kelompok ku yang ‘menunjukkan’ keprihatinannya
terhadap briket kami. Hingga akhirnya sepulang sekolah, aku mengirimkan sebuah
bm kepada diljahyellow yang maksudnya untuk berbagi tugas kepada mereka untuk
menyelesaikan pembuatan video.
Awalnya gak dianggap serius,
aku malah menanggapinya sangat serius. Dengan jurus kesal, tidak satupun mereka
kutegur agar sadar. Kabar buruknya lagi, briketnya hilang menjauh entah kemana.
Hanya diletakkan di sebuah rak kelas tetangga, ternyata masih ada saja yang
sempat membuang briket yang berbau menyengat tersebut.
Hahahah, semuanya sadar dan mulai
bergegas mengerjakan tugas mereka. Aku santai lebih dulu, karena laporanku
selesai lebih awal dari sebelum yang aku perkirakan.
Keesokan harinya, Rabu 17 Desember 2014, hari yang lelah.
Aku bangun kesiangan, bergegas aku mandi, sarapan, lalu pergi ke Sekolah dengan
menggunakan motor *#@!% berwarna putih yang tentunya diantar ayahku. Aku sampai
dengan disambut susasana sunyi sekolah dalam kegiatan class meeting. Berbanding
terbalik jika dilihat jam kedatanganku dihari biasa pasti semua orang
berbondong-bondong melewati jembatan sementara yang kecil nan unik disekolahku.
Aku masuk kekelas, disambut Meysin yang sedang
mengutak-atik barang kesayangannya mungkin dari SMP. Dalam hati aku senang
ternyata kaset dan video pasti sudah selesai, dan ternyata baru video yang siap
-_- . Terpaksalah kami berbegas membeli kaset dan wadah terpisah dengan alasan
lebih irit dibanding yang lengkap. Perjalanan kedepan toko atk nampaknya
memakan banyak waktu karena kami harus menghadapi sampah-sampah yang sebenarnya
tugas kelas yang piket umum. Tapi yasudahlah, untung-untung dapat pahala.
Ica, rumah terdekat dari sekolah dibanding kami berempat.
Datang ke sekolah dengan santainya menemani kami ke toko atk terdekat. Akhirnya
kami mendapat apa yang kami inginkan, kaset dan wadah yang terjual terpisah.
Setelah mendapat barang yang kami inginkan, segera Meysin
membakar kaset yang kami beli dengan segenap tenaganya sehingga video yang
menceritakan 5 orang yang sedang membuat briket bisa disimpan didalam kaset.
Langkah selanjutnya, membuat kover untuk kaset. Yup, hasil
lumayan untuk cover kaset. Ditengah pembuatan tersebut, satu anggota kami
lainnya, Sayidil Tohari a.k.a diljahyellow (Dipanggil dil, jadi nyambung aja
kalo dijadiin gitu--v) datang dengan membawa sekantung briket ditangannya
dengan wajah mesem tanpa kacamata yang biasa ia pakai. Tidak banyak yang
menyadari, entah apa ia telah merekayasa waktu hingga banyak yang tidak
menyadari ia datang dan pergi begitu saja. Tapi sudahlah, yang penting kami
dapat mengumpulkan semua bahan untuk dinilai dengan lengkap.
Siang hari pukul 2 lewat 15 menit. Kuraih kunci rumahku
dengan menggunakan sendal yang biasa aku pakai untuk keluar. Aku berjalan
dengan santainya ke jalan utama untuk mencari seorang pria dengan rompi yang
selalu ia pakai. Tak salah lagi aku mendapatkan tukang ojek dengan mudahnya.
Sesampainya di dekat rumah Ica, aku mampir ke toko atk yang sama saat kami
membeli kaset dan wadahnya terpisah, untuk mengkliping laporan yang sudah saya
buat. Langsunglah saya kerumah Ica dengan mendapati sesosok perempuan yang tak
salah lagi adalah Meysin. Rupanya ia sedang menunggu Ica yang belum pulang.
Bergegas, akhirnya Ica pulang. Dengan sigap, kami segera
berangkat kerumah bu Mala dengan ongkos ojek yang kira-kira 10 rb. Sesampainya
disana, hal yang diduga akan terjadi pun terjadi. Bu Mala tidak ada dirumahnya.
Kami shock, kaget, dan bingung. Hingga akhirnya kami bersiasat untuk menitip
tugas kami kepada tetangga terdekat. Tapi apadaya, kami tak berani
memberikannya. Alhasil, kami menitipkan semua tugas kami kepada Arum. Tetangga
kelas kami. Dengan raut muka orang baru bangun tidur dan seperti orang sunat (kata
Ica--v). Langsung saja kami menitipkan tugas kami dan akhirnya kami pulang,
tugas terkumpul, dan tulisan ini selesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar